Wednesday, April 28, 2010

back again....
feeling bless with the life that God's given me
with lots of colours
waiting to reach the meadow full of flowers
still......

Friday, May 22, 2009

kembali berpijak pada bumi
semoga tak segera melayang.... lagi....

ku harap....

Monday, April 20, 2009

don't know what to do
just mad at myself
when you send me the goodbye song

my life start to falling apart
like the broken glass that hit by my fingers today
leave me a dry blood on my thumb

it hurts so much
like my broken heart

no more giggle
no more silly words
no more romance

I hate to fall in love
if the end is just like a shit!

I hate to have this kind of feeling
but most of all.......
I hate myself


memoar of rURu....
rURu is dead.... (at least in my error damage brain)

Sunday, April 5, 2009

Bidadari Kecilku....


tak pernah kulihat ia begitu bersinar seperti malam ini. seolah rembulan berada tepat di atasnya....memeluknya erat, menghangatkan hati dan senyum kecilnya yang tak henti mengembang dari bibir mungilnya. celotehnya tak kunjung jeda memenuhi istana mungil kami. bahkan gemerlap bintang tak dapat menandingi sinar bening matanya.

bahagia...
salah tingkah...
centil...
lugu...
jujur...
apa adanya...
semua menari menjadi tarian yang indah dalam dirinya.

satu kalimat yang membuat lidahku kelu tak dapat berkata-kata;

"mami.....dedek bahagia......"

pintaku semoga mentari esok kan hadir kembali bersama pelangi yang kan melukis sukma kecilnya dengan berbagai kejutan indah lainnya.

- - - - - - - -


maturnuwun sanget om Rully....
telah membuat bidadari kecilku tersenyum bahagia malam ini
Tuhan memberkati....

Thursday, April 2, 2009

I hate this feeling!

metariku hilang/senjapun lenyap/ia kembali pulang/menemui cintanya/tinggal ku disini/sendiri/terpekur/melarung/di hamparan pasir/menikmati ombak/menari/...../mencumbu jemari kakiku/yang semakin kaku/mata ini nanar/menatap cakrawala/berharap mentariku kembali hadir/bersama senyum/dan kerlingan nakalnya/menggoda/mengajakku berdansa/dalam pelukan kata/hingga senja cemburu
Goodness me!
Why I do really miss u so
???......???
DAMN!


(memoar of Rully Praset)

cintakah? R U Sure?

hari ini aku telah jatuh cinta padamu karena tulus kasihmu yang terpancar dalam bait-bait doamu yang tiada henti. Kuingin menjadi bidadarimu dunia dan akhirat. Jangan berhenti menyayangiku. Jangan hentikan doa-doa indahmu untukku....hingga para malaikat akhirnya merajuk hati Tuhan agar meridhoi sukmaku merasuk dalam sukmamu.......Aku telah jatuh cinta padamu.....Kuharap kan kekal adanya.
(incident taman suropati-1/4/2009-8:51am)
(memoar of Tio)

Tuesday, March 24, 2009

berjalan
tatih
menatap
kelam
melewati
bukit
jurang
terjal
curam

tiba di lembah danau
menatap penjual gulali
yang menarikan warna warni
manisnya gulali
selaksa awan pelangi

hanyut
terbawa
tarian

kembali
berjalan
menapaki
jalan
berkubang
sisa
tangis
lelangit
jingga
sore
tadi

melarut
senyum
yang
tersungging
dalam
hampa
..........
hhhhhhhh

Monday, January 12, 2009

ketika pelangi tak lagi berwarna
ketika mentari tak lagi hangat
ketika senja tak lagi jingga

keindahan menjadi hampa
ke-agung-an menjadi tiada
kerinduan selaksa bara

lalu,
mengapa harus kupertahankan?


(memoar of Atiq)

Wednesday, December 10, 2008

kau katakan dirimu bak setitik debu

tak tahukah kau......

di mataku
di hatiku
di jiwaku

kau bak berlian
yang bersinar indah

bahkan dalam gelap sekalipun


(memoar of Atiq)

Monday, November 24, 2008

Kau datang setelah jeda 6 tahun
membawa kasih
terbalut mimpi

indah dirimu semakin bersahaja
membuat senyum di bibirku merekah indah

namun...
bagai hembusan nafas
selayak kedipan mata
kau menghilang lagi
dalam senyap di pinggir rawa

tahukah kau....
diriku masih menanti di muka gerbang
hingga kau kembali
entah kapan.....

(memoar of Atiq Pramono)
24 November 2008

Tuesday, October 21, 2008

enjoy my normal life
follow the routine

hhmmmpphh.....

such a boring time...

where's the challenge goes?
where's the exciting moment evaporated?
will the adrenalin shake the soul again?

Geee....
I need to have some fun!
(21 Oct 2008)

Thursday, October 2, 2008

time 2 move on

dulu aku mencintainya
hingga saat ini

tapi realita dan logika tlah menamparku
membangunkanku pada kenyataan
bahwa tak selamanya cintaku kan disambut dengan indah

it's time for me to move on
leaving all the past behind
and start to embrace the future


(letting you go from my mind and heart, Yudha)
02.10.2008

Saturday, August 30, 2008

salahkah bila aku merindunya?
biarpun ku tahu dia tak pernah merinduku
hati ini tak dapat ku ingkari
betapa aku mencintainya

cinta ini terlalu indah untuk ku hapus
bahkan kala ia sakiti sukma ini
tak pernah ku bersitkan secarik benci untuknya

dalam balutan kasih tak terbatas
ku nanti hadirnya

tak pernah letih ku menanti
meskipun ku tahu ia tak kan pernah kembali

bodohkah aku?
atau ini lah cinta sejati itu?

pedih
namun begitu indah

(selalu mencintamu, Yudha Bramantio)



Tuesday, May 6, 2008

and the legend begin...





Do you believe in a legend?


At 8:15 A.M. August 6, 1945, the first atomic bomb ever to be dropped, exploded approximately 580 meters above the center of the city of Hiroshima, Japan.
In less time than it takes to blink your eyes, the city was reduced to rubble in the middle of a scorched plain. Countless unsuspecting and innocent lives were lost.
So enormous was this unprecedented tragedy that the destruction caused by natural disasters or conventional weapons paled beside it.

SADAKO Sasaki was only two years old when the first atomic bomb was dropped on Hiroshima. On that day, she was a mere two kilometers away from where the bomb exploded. Most of Sadako's neighbors died, but Sadako wasn't injured at all, or so it seemed. Up until the time Sadako was in the seventh grade (1955) she appeared to be a normal, happy young girl.

She ran and played with her friends at home and at school. She was a good student who excelled in Track. However, one day after an important relay race that she helped her team win, she felt extremely tired and dizzy. Fortunately, that day, the dizziness went away leaving Sadako to think that it was only the exertion from running the race that made her tired and dizzy. But that was not to be so. Soon after her first encounter with extreme fatigue and dizziness, she experienced more incidents of the same.

One day Sadako became so dizzy that she fell down and couldn’t get up. All of her school-mates informed the teacher who contacted her parents. Later Sadako’s parents took her to the Red Cross Hospital to see what was wrong with her.

Doctors performed many tests and discovered that Sadako had a kind of blood cancer called leukemia. Nobody could believe it. At that time, leukemia was called the “A-bomb disease”. Almost everyone who got this disease died, and Sadako was very scared. She wanted to go back to school, but she had to stay in the hospital.

One day, Sadako's best friend, Chizuko, came to visit her and brought with her some origami (folding paper). She told Sadako the legend of the crane.

It is Japanese legend that folding 1000 cranes (senzaburu) so pleases the gods that the folder is granted a wish. Sadako wished to get well. So, after hearing the legend, Sadako decided to fold 1,000 cranes.

Sadako's family worried about her a lot. They often came to visit her in hospital to talk to her and to help her fold cranes. After she folded 500 cranes she felt better and the doctors said she could go home for a short time, but by the end of the first week back home the dizziness and fatigue returned and she had to return to the hospital.

Sadako continued to fold cranes. Even though she was in great pain, she tried to be cheerful and hopeful. Not long afterwards, with her family standing by her bed, Sadako went to sleep peacefully, never to wake up again. She had folded a total of 644 paper cranes.

Sadako's story had a profound impact on her friends and classmates. They completed her thousand cranes and continued to raise money from school children all over Japan to build a statue to honor Sadako and all the children affected by the bomb.

Today, in Hiroshima's Peace Park, there is a statue of Sadako standing on top of a granite pedestal holding a golden crane in her outstretched arms. At its base a plaque reads:


This is our cry.
This is our prayer.
Peace in the world.

Every year, children from around the world fold cranes and send them to Hiroshima where they are placed around the statue. Because of Sadako, the paper crane has become an international symbol of peace.



(story taken from http://user1291600.sites.myregisteredsite.com/library/id49.html )

Thursday, April 10, 2008

ku raih senjanya Jakarta

dalam senyum penuh lara

(missing you so much, Yudha)

Tuesday, March 18, 2008

Besok Belum Kiamat, Sayang....

hidup memang pilihan
namun terkadang ia datang tanpa dipilih terlebih dahulu
entah memilih atau terpilih
life must goes on

meskipun tertatih menahan sukma dalam raga
meskipun jerih menatap mata penuh curiga
meskipun letih mengurung harap dalam asa

sukmaku
sukmamu
sukmanya
sukma mereka
biarpun redup
namun harus tetap menjadi cahaya
untukku
untukmu
untuknya
untuk mereka

jadikan hidup ini menjadi indah
meskipun dalam lara

jangan biarkan jerih mencumbu asamu

bangkitlah dengan tegar hati
dan penuh senyuman

karena besok belum kiamat, sayang....

Wednesday, February 27, 2008

Senja hari ini begitu ranum
Jingga merambah langit
Menjelma menjadi lukisan lara
Awan bergumul dalam percakapan yang tak terbendung
Biru merasuk senja mencumbu jingga
Mentari menyelinap dalam gumpalan awan
Meneriakkan kegundahan dalam sinarnya yang menyilaukan

Masih di sini ku mencumbu senja
Bersama kepulan asap rokokku dan sepiring kentang goreng
Di basuh lemon tea yang menggetirkan jiwa
Mengiringi senja yang semakin lama semakin pudar
Hilang dalam balutan malam

Ku harap langit tak menangis esok hari
Agar dapat kucumbu lagi indahnya senja seperti hari ini

Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Dapatkah?
Sedang ia selalu datang dan pergi
Laksana tarikan nafas yang terhempas

Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Maukah?
Sedang ia selalu hening dalam keindahannya
Menjelma anggun dalam kelabunya

Senjaku….
Tahukah kau
Aku
Menginginkanmu
Teramat
Sangat

bawalah sukmaku dalam kilaunya engkau
hempaskan naifku dalam kelabunya engkau
koyakkan ego ini yang semakin membuncah
cumbuilah asa kecilku hingga klimaks menjemput
menyadarkan kita
dalam peluh jerih yang tak terbendung

Tuesday, February 19, 2008

berjalan kembali seorang diri
lunglai berpeluh lelah
muak akan acuhnya

terlalu manja rajukku pada Sang pemilik sukma
hingga dengan kasihNya
Ia koyakkan buah yang belum ranum
hanya
untuk
ku

hhhh....

betapa hina diriku

ku langkahkan kaki
menuju peron berikutnya

NEXT PLEASE....

Thursday, February 14, 2008

katanya.....

katanya, kasih begitu tulus
katanya,kasih begitu damai

dalam pojok asa aku termangu
tergugu dalam ketakjuban
mengapa aku masih mengharapnya kala semua begitu jauh

sebesar apa tulusku?
sepanjang apa sabarku?
sedalam apa kasihku?

mampukah ku menanti?
mampukah ku mengerti?

dalam kegamangan
masih ku disini
terpaku
pada indahnya kasih

Friday, February 8, 2008

My prayer in my B'day


Tuhanku,
ku coba nikmati semua yang kau hidangkan di hadapanku dengan senyuman dan kearifan
karena hanya Kau yang mengetahui apa yang terbaik untukku
bahkan seringkali tangisku, jeritku, pedihku, adalah hal terbaik untuk jiwaku


Tuhanku,
satu pintaku,jangan Kau tinggalkan aku, kala ku menjadi bodoh
jangan Kau tutup pintuMu, kala ku berkelana ke dunia murka
kasihMu sangat ku rindukan,
dekapMu sangat ku harap


Tuhanku,
raihlah asaku
dan
ijinkan aku pulang


aku
ter
amat
letih
....