back again....
feeling bless with the life that God's given me
with lots of colours
waiting to reach the meadow full of flowers
still......
Wednesday, April 28, 2010
Monday, April 20, 2009
don't know what to do
just mad at myself
when you send me the goodbye song
my life start to falling apart
like the broken glass that hit by my fingers today
leave me a dry blood on my thumb
it hurts so much
like my broken heart
no more giggle
no more silly words
no more romance
I hate to fall in love
if the end is just like a shit!
I hate to have this kind of feeling
but most of all.......
I hate myself
memoar of rURu....
rURu is dead.... (at least in my error damage brain)
just mad at myself
when you send me the goodbye song
my life start to falling apart
like the broken glass that hit by my fingers today
leave me a dry blood on my thumb
it hurts so much
like my broken heart
no more giggle
no more silly words
no more romance
I hate to fall in love
if the end is just like a shit!
I hate to have this kind of feeling
but most of all.......
I hate myself
memoar of rURu....
rURu is dead.... (at least in my error damage brain)
Sunday, April 5, 2009
Bidadari Kecilku....

tak pernah kulihat ia begitu bersinar seperti malam ini. seolah rembulan berada tepat di atasnya....memeluknya erat, menghangatkan hati dan senyum kecilnya yang tak henti mengembang dari bibir mungilnya. celotehnya tak kunjung jeda memenuhi istana mungil kami. bahkan gemerlap bintang tak dapat menandingi sinar bening matanya.
bahagia...
salah tingkah...
centil...
lugu...
jujur...
apa adanya...
semua menari menjadi tarian yang indah dalam dirinya.
salah tingkah...
centil...
lugu...
jujur...
apa adanya...
semua menari menjadi tarian yang indah dalam dirinya.
satu kalimat yang membuat lidahku kelu tak dapat berkata-kata;
"mami.....dedek bahagia......"
pintaku semoga mentari esok kan hadir kembali bersama pelangi yang kan melukis sukma kecilnya dengan berbagai kejutan indah lainnya.
pintaku semoga mentari esok kan hadir kembali bersama pelangi yang kan melukis sukma kecilnya dengan berbagai kejutan indah lainnya.
- - - - - - - -
maturnuwun sanget om Rully....
telah membuat bidadari kecilku tersenyum bahagia malam ini
Tuhan memberkati....
telah membuat bidadari kecilku tersenyum bahagia malam ini
Tuhan memberkati....
Thursday, April 2, 2009
I hate this feeling!
metariku hilang/senjapun lenyap/ia kembali pulang/menemui cintanya/tinggal ku disini/sendiri/terpekur/melarung/di hamparan pasir/menikmati ombak/menari/...../mencumbu jemari kakiku/yang semakin kaku/mata ini nanar/menatap cakrawala/berharap mentariku kembali hadir/bersama senyum/dan kerlingan nakalnya/menggoda/mengajakku berdansa/dalam pelukan kata/hingga senja cemburu
Goodness me!
Why I do really miss u so
???......???
DAMN!
(memoar of Rully Praset)
cintakah? R U Sure?
hari ini aku telah jatuh cinta padamu karena tulus kasihmu yang terpancar dalam bait-bait doamu yang tiada henti. Kuingin menjadi bidadarimu dunia dan akhirat. Jangan berhenti menyayangiku. Jangan hentikan doa-doa indahmu untukku....hingga para malaikat akhirnya merajuk hati Tuhan agar meridhoi sukmaku merasuk dalam sukmamu.......Aku telah jatuh cinta padamu.....Kuharap kan kekal adanya.
(incident taman suropati-1/4/2009-8:51am)
(memoar of Tio)
Tuesday, March 24, 2009
berjalan
tatih
menatap
kelam
melewati
bukit
jurang
terjal
curam
tatih
menatap
kelam
melewati
bukit
jurang
terjal
curam
tiba di lembah danau
menatap penjual gulali
yang menarikan warna warni
manisnya gulali
selaksa awan pelangi
menatap penjual gulali
yang menarikan warna warni
manisnya gulali
selaksa awan pelangi
hanyut
terbawa
tarian
terbawa
tarian
kembali
berjalan
menapaki
jalan
berkubang
sisa
tangis
lelangit
jingga
sore
tadi
berjalan
menapaki
jalan
berkubang
sisa
tangis
lelangit
jingga
sore
tadi
melarut
senyum
yang
tersungging
dalam
hampa
..........
hhhhhhhh
senyum
yang
tersungging
dalam
hampa
..........
hhhhhhhh
Monday, January 12, 2009
Wednesday, December 10, 2008
Monday, November 24, 2008
Kau datang setelah jeda 6 tahun
membawa kasih
terbalut mimpi
indah dirimu semakin bersahaja
membuat senyum di bibirku merekah indah
namun...
bagai hembusan nafas
selayak kedipan mata
kau menghilang lagi
dalam senyap di pinggir rawa
tahukah kau....
diriku masih menanti di muka gerbang
hingga kau kembali
entah kapan.....
membawa kasih
terbalut mimpi
indah dirimu semakin bersahaja
membuat senyum di bibirku merekah indah
namun...
bagai hembusan nafas
selayak kedipan mata
kau menghilang lagi
dalam senyap di pinggir rawa
tahukah kau....
diriku masih menanti di muka gerbang
hingga kau kembali
entah kapan.....
(memoar of Atiq Pramono)
24 November 2008
Tuesday, October 21, 2008
Thursday, October 2, 2008
time 2 move on
dulu aku mencintainya
hingga saat ini
tapi realita dan logika tlah menamparku
membangunkanku pada kenyataan
bahwa tak selamanya cintaku kan disambut dengan indah
it's time for me to move on
leaving all the past behind
and start to embrace the future
hingga saat ini
tapi realita dan logika tlah menamparku
membangunkanku pada kenyataan
bahwa tak selamanya cintaku kan disambut dengan indah
it's time for me to move on
leaving all the past behind
and start to embrace the future
(letting you go from my mind and heart, Yudha)
02.10.2008
Saturday, August 30, 2008
salahkah bila aku merindunya?
biarpun ku tahu dia tak pernah merinduku
hati ini tak dapat ku ingkari
betapa aku mencintainya
cinta ini terlalu indah untuk ku hapus
bahkan kala ia sakiti sukma ini
tak pernah ku bersitkan secarik benci untuknya
dalam balutan kasih tak terbatas
ku nanti hadirnya
tak pernah letih ku menanti
meskipun ku tahu ia tak kan pernah kembali
bodohkah aku?
atau ini lah cinta sejati itu?
pedih
namun begitu indah
(selalu mencintamu, Yudha Bramantio)
Tuesday, May 6, 2008
and the legend begin...

At 8:15 A.M. August 6, 1945, the first atomic bomb ever to be dropped, exploded approximately 580 meters above the center of the city of Hiroshima, Japan.
In less time than it takes to blink your eyes, the city was reduced to rubble in the middle of a scorched plain. Countless unsuspecting and innocent lives were lost.
So enormous was this unprecedented tragedy that the destruction caused by natural disasters or conventional weapons paled beside it.
In less time than it takes to blink your eyes, the city was reduced to rubble in the middle of a scorched plain. Countless unsuspecting and innocent lives were lost.
So enormous was this unprecedented tragedy that the destruction caused by natural disasters or conventional weapons paled beside it.
SADAKO Sasaki was only two years old when the first atomic bomb was dropped on Hiroshima. On that day, she was a mere two kilometers away from where the bomb exploded. Most of Sadako's neighbors died, but Sadako wasn't injured at all, or so it seemed. Up until the time Sadako was in the seventh grade (1955) she appeared to be a normal, happy young girl.
She ran and played with her friends at home and at school. She was a good student who excelled in Track. However, one day after an important relay race that she helped her team win, she felt extremely tired and dizzy. Fortunately, that day, the dizziness went away leaving Sadako to think that it was only the exertion from running the race that made her tired and dizzy. But that was not to be so. Soon after her first encounter with extreme fatigue and dizziness, she experienced more incidents of the same.
One day Sadako became so dizzy that she fell down and couldn’t get up. All of her school-mates informed the teacher who contacted her parents. Later Sadako’s parents took her to the Red Cross Hospital to see what was wrong with her.
Doctors performed many tests and discovered that Sadako had a kind of blood cancer called leukemia. Nobody could believe it. At that time, leukemia was called the “A-bomb disease”. Almost everyone who got this disease died, and Sadako was very scared. She wanted to go back to school, but she had to stay in the hospital.
One day, Sadako's best friend, Chizuko, came to visit her and brought with her some origami (folding paper). She told Sadako the legend of the crane.
It is Japanese legend that folding 1000 cranes (senzaburu) so pleases the gods that the folder is granted a wish. Sadako wished to get well. So, after hearing the legend, Sadako decided to fold 1,000 cranes.
Sadako's family worried about her a lot. They often came to visit her in hospital to talk to her and to help her fold cranes. After she folded 500 cranes she felt better and the doctors said she could go home for a short time, but by the end of the first week back home the dizziness and fatigue returned and she had to return to the hospital.
Sadako continued to fold cranes. Even though she was in great pain, she tried to be cheerful and hopeful. Not long afterwards, with her family standing by her bed, Sadako went to sleep peacefully, never to wake up again. She had folded a total of 644 paper cranes.
Sadako's story had a profound impact on her friends and classmates. They completed her thousand cranes and continued to raise money from school children all over Japan to build a statue to honor Sadako and all the children affected by the bomb.
Today, in Hiroshima's Peace Park, there is a statue of Sadako standing on top of a granite pedestal holding a golden crane in her outstretched arms. At its base a plaque reads:
This is our cry.
This is our prayer.
Peace in the world.
(story taken from http://user1291600.sites.myregisteredsite.com/library/id49.html )
Tuesday, March 18, 2008
Besok Belum Kiamat, Sayang....
hidup memang pilihan
namun terkadang ia datang tanpa dipilih terlebih dahulu
entah memilih atau terpilih
life must goes on
meskipun tertatih menahan sukma dalam raga
meskipun jerih menatap mata penuh curiga
meskipun letih mengurung harap dalam asa
sukmaku
sukmamu
sukmanya
sukma mereka
biarpun redup
namun harus tetap menjadi cahaya
untukku
untukmu
untuknya
untuk mereka
jadikan hidup ini menjadi indah
meskipun dalam lara
jangan biarkan jerih mencumbu asamu
bangkitlah dengan tegar hati
dan penuh senyuman
karena besok belum kiamat, sayang....
namun terkadang ia datang tanpa dipilih terlebih dahulu
entah memilih atau terpilih
life must goes on
meskipun tertatih menahan sukma dalam raga
meskipun jerih menatap mata penuh curiga
meskipun letih mengurung harap dalam asa
sukmaku
sukmamu
sukmanya
sukma mereka
biarpun redup
namun harus tetap menjadi cahaya
untukku
untukmu
untuknya
untuk mereka
jadikan hidup ini menjadi indah
meskipun dalam lara
jangan biarkan jerih mencumbu asamu
bangkitlah dengan tegar hati
dan penuh senyuman
karena besok belum kiamat, sayang....
Wednesday, February 27, 2008
Senja hari ini begitu ranum
Jingga merambah langit
Menjelma menjadi lukisan lara
Awan bergumul dalam percakapan yang tak terbendung
Biru merasuk senja mencumbu jingga
Mentari menyelinap dalam gumpalan awan
Meneriakkan kegundahan dalam sinarnya yang menyilaukan
Masih di sini ku mencumbu senja
Bersama kepulan asap rokokku dan sepiring kentang goreng
Di basuh lemon tea yang menggetirkan jiwa
Mengiringi senja yang semakin lama semakin pudar
Hilang dalam balutan malam
Ku harap langit tak menangis esok hari
Agar dapat kucumbu lagi indahnya senja seperti hari ini
Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Dapatkah?
Sedang ia selalu datang dan pergi
Laksana tarikan nafas yang terhempas
Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Maukah?
Sedang ia selalu hening dalam keindahannya
Menjelma anggun dalam kelabunya
Senjaku….
Tahukah kau
Aku
Menginginkanmu
Teramat
Sangat
bawalah sukmaku dalam kilaunya engkau
hempaskan naifku dalam kelabunya engkau
koyakkan ego ini yang semakin membuncah
cumbuilah asa kecilku hingga klimaks menjemput
menyadarkan kita
dalam peluh jerih yang tak terbendung
Jingga merambah langit
Menjelma menjadi lukisan lara
Awan bergumul dalam percakapan yang tak terbendung
Biru merasuk senja mencumbu jingga
Mentari menyelinap dalam gumpalan awan
Meneriakkan kegundahan dalam sinarnya yang menyilaukan
Masih di sini ku mencumbu senja
Bersama kepulan asap rokokku dan sepiring kentang goreng
Di basuh lemon tea yang menggetirkan jiwa
Mengiringi senja yang semakin lama semakin pudar
Hilang dalam balutan malam
Ku harap langit tak menangis esok hari
Agar dapat kucumbu lagi indahnya senja seperti hari ini
Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Dapatkah?
Sedang ia selalu datang dan pergi
Laksana tarikan nafas yang terhempas
Ku ingin menjadi kekasih sang senja
Maukah?
Sedang ia selalu hening dalam keindahannya
Menjelma anggun dalam kelabunya
Senjaku….
Tahukah kau
Aku
Menginginkanmu
Teramat
Sangat
bawalah sukmaku dalam kilaunya engkau
hempaskan naifku dalam kelabunya engkau
koyakkan ego ini yang semakin membuncah
cumbuilah asa kecilku hingga klimaks menjemput
menyadarkan kita
dalam peluh jerih yang tak terbendung
Tuesday, February 19, 2008
Thursday, February 14, 2008
katanya.....
katanya, kasih begitu tulus
katanya,kasih begitu damai
dalam pojok asa aku termangu
tergugu dalam ketakjuban
mengapa aku masih mengharapnya kala semua begitu jauh
sebesar apa tulusku?
sepanjang apa sabarku?
sedalam apa kasihku?
mampukah ku menanti?
mampukah ku mengerti?
dalam kegamangan
masih ku disini
terpaku
pada indahnya kasih
katanya,kasih begitu damai
dalam pojok asa aku termangu
tergugu dalam ketakjuban
mengapa aku masih mengharapnya kala semua begitu jauh
sebesar apa tulusku?
sepanjang apa sabarku?
sedalam apa kasihku?
mampukah ku menanti?
mampukah ku mengerti?
dalam kegamangan
masih ku disini
terpaku
pada indahnya kasih
Friday, February 8, 2008
My prayer in my B'day

Tuhanku,
ku coba nikmati semua yang kau hidangkan di hadapanku dengan senyuman dan kearifan
ku coba nikmati semua yang kau hidangkan di hadapanku dengan senyuman dan kearifan
karena hanya Kau yang mengetahui apa yang terbaik untukku
bahkan seringkali tangisku, jeritku, pedihku, adalah hal terbaik untuk jiwaku
Tuhanku,
Tuhanku,
satu pintaku,jangan Kau tinggalkan aku, kala ku menjadi bodoh
jangan Kau tutup pintuMu, kala ku berkelana ke dunia murka
kasihMu sangat ku rindukan,
dekapMu sangat ku harap
Tuhanku,
raihlah asaku
dan
ijinkan aku pulang
aku
ter
amat
letih
....
Tuhanku,
raihlah asaku
dan
ijinkan aku pulang
aku
ter
amat
letih
....
Subscribe to:
Posts (Atom)
