Sunday, April 5, 2009

Bidadari Kecilku....


tak pernah kulihat ia begitu bersinar seperti malam ini. seolah rembulan berada tepat di atasnya....memeluknya erat, menghangatkan hati dan senyum kecilnya yang tak henti mengembang dari bibir mungilnya. celotehnya tak kunjung jeda memenuhi istana mungil kami. bahkan gemerlap bintang tak dapat menandingi sinar bening matanya.

bahagia...
salah tingkah...
centil...
lugu...
jujur...
apa adanya...
semua menari menjadi tarian yang indah dalam dirinya.

satu kalimat yang membuat lidahku kelu tak dapat berkata-kata;

"mami.....dedek bahagia......"

pintaku semoga mentari esok kan hadir kembali bersama pelangi yang kan melukis sukma kecilnya dengan berbagai kejutan indah lainnya.

- - - - - - - -


maturnuwun sanget om Rully....
telah membuat bidadari kecilku tersenyum bahagia malam ini
Tuhan memberkati....

Thursday, April 2, 2009

I hate this feeling!

metariku hilang/senjapun lenyap/ia kembali pulang/menemui cintanya/tinggal ku disini/sendiri/terpekur/melarung/di hamparan pasir/menikmati ombak/menari/...../mencumbu jemari kakiku/yang semakin kaku/mata ini nanar/menatap cakrawala/berharap mentariku kembali hadir/bersama senyum/dan kerlingan nakalnya/menggoda/mengajakku berdansa/dalam pelukan kata/hingga senja cemburu
Goodness me!
Why I do really miss u so
???......???
DAMN!


(memoar of Rully Praset)

cintakah? R U Sure?

hari ini aku telah jatuh cinta padamu karena tulus kasihmu yang terpancar dalam bait-bait doamu yang tiada henti. Kuingin menjadi bidadarimu dunia dan akhirat. Jangan berhenti menyayangiku. Jangan hentikan doa-doa indahmu untukku....hingga para malaikat akhirnya merajuk hati Tuhan agar meridhoi sukmaku merasuk dalam sukmamu.......Aku telah jatuh cinta padamu.....Kuharap kan kekal adanya.
(incident taman suropati-1/4/2009-8:51am)
(memoar of Tio)

Tuesday, March 24, 2009

berjalan
tatih
menatap
kelam
melewati
bukit
jurang
terjal
curam

tiba di lembah danau
menatap penjual gulali
yang menarikan warna warni
manisnya gulali
selaksa awan pelangi

hanyut
terbawa
tarian

kembali
berjalan
menapaki
jalan
berkubang
sisa
tangis
lelangit
jingga
sore
tadi

melarut
senyum
yang
tersungging
dalam
hampa
..........
hhhhhhhh

Monday, January 12, 2009

ketika pelangi tak lagi berwarna
ketika mentari tak lagi hangat
ketika senja tak lagi jingga

keindahan menjadi hampa
ke-agung-an menjadi tiada
kerinduan selaksa bara

lalu,
mengapa harus kupertahankan?


(memoar of Atiq)

Wednesday, December 10, 2008

kau katakan dirimu bak setitik debu

tak tahukah kau......

di mataku
di hatiku
di jiwaku

kau bak berlian
yang bersinar indah

bahkan dalam gelap sekalipun


(memoar of Atiq)

Monday, November 24, 2008

Kau datang setelah jeda 6 tahun
membawa kasih
terbalut mimpi

indah dirimu semakin bersahaja
membuat senyum di bibirku merekah indah

namun...
bagai hembusan nafas
selayak kedipan mata
kau menghilang lagi
dalam senyap di pinggir rawa

tahukah kau....
diriku masih menanti di muka gerbang
hingga kau kembali
entah kapan.....

(memoar of Atiq Pramono)
24 November 2008